Beranda kami
Dari mereka untuk Celah Teduh
Baca juga
Yogyakarta Tanpamu
Fragmen I / Yogyakarta Kasih, sepasang mataku jatuh kepada hangat temaram kota, lampu jalan, bangku-bangku taman, andong, dan lalulalang pedestrian. Hampir lupa kusebutkan, ada juga bangunan tua yang berjajar, pertunjukan angklung dan tarian-tarian. Mataku berbinar, terpaku pada sudut kota ini semalam panjang. Aku melangkah berbungah, ku nikmati alunan musik keroncong dan riuh suara-suara, berjalan pelan melintasi malioboro dan berhenti di titik ‘0’ km yogyakarta, kapan kita bercerita disini menghabiskan hari bersama? Lengkap rasanya, bermotor melewati tugu jogja menggoncengmu dan menunggu lampu hijau di tontoni burung-burung yang berbaris di tiang listrik
Tiga surat untuk Kenang
1; Kenang, aku Arum. Akan ada tiga lipatan surat yang sedang menuju mu. Dibalik tulisan-tulisan ku yang rumit, dan setiap malam dalam seminggu ini mempertanyakan keadaanku, aku tetap menulis banyak kata untukmu. Mungkin kamu akan malas membacanya, namun sesingkat-singkatnya suratku, ia akan terbaca dalam bentuk rindu. Kenang, biar aku menebak-nebak sedang apa kamu saat ini. Saat kegiatan yang produktif menggelapkan matamu, menyingkirkan seluruh perasaan mu padaku. Memilih untuk berkutat pada apa-apa yang membuatmu lelah dan sulit tidur, aku masih terjaga, berharap kamu sampai pada ingatan tentang aku. Kenang, dalam doa-doa
Firdaus
Seorang pemuda terbangun di dalam sebuah ruangan sempit yang mengurungnya dari segala sisi. Udara di dalamnya dingin, pengap, dan berbau logam yang pekat. Namun, di sepanjang dinding putih rapat itu, berjejer puluhan pintu megah dengan ukiran yang memikat. Ia mencoba duduk dan menenangkan dirinya sendiri. Panik dan bingung menguasai perasaannya yang terjebak di dalam tempat penuh kesempitan tersebut. Ia menyapu pandangannya ke sekeliling dengan detail. Memperhatikan pintu demi pintu yang mengepungnya. Perlahan ia bangkit berdiri dengan pelan. Mencoba membuat langkah kecil mendekat ke setiap pintu di sekelilingnya. Setiap kali langkah
Kalau Luka adalah Batas, Aku Sudah Kalah Sejak Awal
Refleksi Puitika Evi Putrianti I Dunia, —Andai ia punya urutan manusia favorit, seperti seorang kekasih yang menyebut nama pasangannya 1000 kali dalam sehari, aku cukup yakin mungkin sejak awal namaku sudah kalah, hilang; tidak diperhitungkan— Bukan karena dunia benar-benar meninggalkanku, tapi karena luka menciptakan sekat (sementara dan bisa jadi dalam waktu yang kepalang lama) antara aku dan titik dunia. Ah… tempat di mana kita tinggal ini benar-benar panjang, benar-benar luas dan lebar; di dalamnya berisi keindahan, surga-neraka, orang-orang, entitas, gemerlap, kemarau, badai, pulau-pulau, kekayaan, kemiskinan, kehidupan serta kematian. Segalanya melebur
Ambisi Tinggi, Fokus Rapuh: Potret Mahasiswa dan Ilusi Prestasi
Pendidikan adalah salah satu aspek fundamental dalam kehidupan manusia (Taheri, Nasiri, Moaddab, Nayebi, & Louyeh, 2015). Melalui pendidikan, seseorang diharapkan mampu mendapatkan peningkatan kualitas hidup, membangun keterampilannya, serta menjalani masa depannya dengan baik. Dalam proses pengembangan kualitas personal lewat jenjang perguruan tinggi, sayangnya terdapat tantangan dan rintangan yang perlu dihadapi oleh mahasiswa sekaligus dosen dalam waktu bersamaan. Saat ini, ada banyak kecenderungan bahkan trend terkait keinginan yang besar untuk meraih nilai tinggi, tetapi tidak selalu diiringi dengan fokus dan kualitas usaha yang sepadan. Ambisi akademik memang bukan sesuatu yang salah
Love Map dalam Hubungan: Merespon Batas dan Kenyataan
The good days dan the bad days layaknya dua sisi mata uang yang tidak dapat dipisahkan dalam sebuah hubungan. Keduanya hadir membentuk dinamika dan mendorong perjalanan, karena pada dasarnya tidak ada hubungan yang benar-benar dipenuhi hari-hari baik—atau bahkan hari-hari buruk. Konflik dalam hubungan adalah sesuatu yang tidak dapat dielakkan; kesalahpahaman; rasa lelah, serta dorongan emosional akan mewarnai relasi manusia yang dinamis—selalu dan pasti. Perlu mendapat perhatian, baik konflik maupun cinta kasih pada dasarnya sama-sama mengambil peran yang krusial; seperti jantung dan paru-paru dalam organ tubuh manusia. Hari baik mendorong keterciptaan
Agenda bulanan
Publikasi Majalah Elektronik
Berita Musiman
Ambisi Tinggi, Fokus Rapuh: Potret Mahasiswa dan Ilusi Prestasi
Pendidikan adalah salah satu aspek fundamental dalam kehidupan manusia (Taheri,
Kalau Luka adalah Batas, Aku Sudah Kalah Sejak Awal
Refleksi Puitika Evi Putrianti I Dunia, —Andai ia punya urutan